Dua Tahun Menjadi Ibu - Bagian 3
September 18, 2020, by Asri WijayantiLanjutan dari Dua Tahun Menjadi Ibu - Bagian 2
Konon, ketika melahirkan anaknya, seorang perempuan ikut terlahir menjadi manusia baru. Manusia baru, yang berstatus sebagai ibu.
"Hidupmu nggak akan sama lagi, Mbak.", kata Mbak Keke, mentor kami di komunitas seniman botani, saat saya sekilas bertemu dengannya di Kebun Raya Bogor. Saat itu, saya yang sedang hamil lima bulan cuma tersenyum. Sama sekali tidak ada gambaran kalau hidup saya benar-benar berubah.
Saya baru memahami makna ungkapan-ungkapan itu setelah melahirkan Karuna. Tak hanya jadwal tidur yang berubah drastis, tapi juga prioritas hidup, cara saya berpikir dan bersikap.
Lahirnya Karuna membawa perasaan-perasaan yang tak pernah saya bayangkan akan ada di hidup saya. Kelahirannya tak hanya membuat saya bahagia, tapi juga membuat saya merasa khawatir akan banyak hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Menulis pengalaman sebagai orang dengan autoimun (ODAI) dan pengalaman sebagai ibu
Hari ini, saya berusaha menepati janji pada diri sendiri, dan janji pada banyak orang, terutama teman-teman penyintas penyakit autoimun, untuk mulai berbagi kisah tentang kelahiran Karuna, dan pengalaman menjalani kehamilan dengan penyakit autoimun.
Jujur, saya sempat bingung harus memulai dari mana, karena ada banyak cerita dan informasi yang ingin saya bagikan. Mulai dari kisah dan informasi tentang kehamilan berisiko tinggi, usaha mengatasi trauma keguguran berulang, ikhtiar menjalani kehamilan yang sehat, nyaman dan bahagia meski dibayangi kekhawatiran, kondisi kesehatan selama hamil, diagnosa-diagnosa yang muncul hingga kisah kelahiran Karuna, hari-hari sesudahnya yang sempat dilingkupi masa-masa depresi post-partum, hingga bagaimana saya akhirnya mampu menyintas hari-hari berat sebagai ibu baru tanpa bantuan asisten rumah tangga maupun keluarga dekat.
Mengapa setelah dua tahun saya baru menulis untuk blog ini?
Karena saya ingin mendapat jawaban atas kekhawatiran-kekhawatiran yang sempat muncul di masa kehamilan, terutama kekhawatiran tentang tumbuh kembang dan kesehatan Karuna.
Ulang tahun Karuna yang kedua ini menandai usainya masa 1000 hari pertama seorang manusia, yang dianggap sebagai masa emas tumbuh kembangnya. Alhamdulillah, Karuna terus bertumbuh kembang dengan baik, meski banyak juga kejutan dan tantangan yang muncul, yang sering membuat saya harus belajar banyak hal lagi.
Dan, di sinilah saya sekarang. Memulai blog baru, berusaha menulis lagi untuk menyampaikan cerita-cerita dan informasi dari perjalanan menjadi ibu dan penyintas penyakit autoimun, di sudut kamar yang redup sembari menjaga Karuna yang sedang terlelap.
Dua tahun menjadi ibu membuat saya belajar banyak hal. Tak terhitung lagi berapa banyak buku dan artikel tentang tumbuh kembang, kesehatan anak dan parenting yang sudah saya baca sepanjang dua tahun mengasuh Karuna.
Usai pesta ulang tahun kecil untuk Karuna, saya mengajak suami ber-high five. "We did it... we made it for these first two years" kata saya. "Selamat ya pak, sudah dua tahun jadi orangtua!", dan suami saya tersenyum. Sejak punya anak rasanya kami menua begitu cepat. Keriput dan kantung mata makin tampak, tapi di balik itu (dan rumah yang makin sulit rapiπ
) kami bahagia menyaksikan Karuna bertumbuh. Jalan membesarkan dan mengasuh Karuna masih paaaanjaaang. Kami bersyukur, telah menjalani dua tahun pertamanya dengan baik dan selamat. π
Kehamilan, persalinan, tumbuh kembang anak adalah hal yang unik dan personal. Tiap orang memiliki pengalaman dan keadaan yang berbeda. Cerita dan pengalaman saya mungkin (dan hampir pasti) berbeda dengan cerita teman-teman. Di sependek pengalaman saya sebagai ODAI yang telah menjalani kehamilan dengan penyakit autoimun dan menjadi ibu selama dua tahun ini, semoga tulisan ini, dan tulisan-tulisan yang akan datang, tentang apa yang telah saya alami dan pelajari bisa memberi manfaat.
***

0 comments