Dua Tahun Menjadi Ibu - Bagian 1

September 16, 2020, by Asri Wijayanti


Hari pertama kami bersama Karuna di dunia :)

Hari ini, dua tahun lalu, di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat, Karuna yang mungil menyapa dunia dengan tangisan pertamanya. 

Status operasi caesar pagi itu adalah operasi darurat karena ketuban pecah dini, tapi saya tetap tenang dan bahagia, bahkan bisa banyak tersenyum dan tertawa.

Saat di ruang observasi, sembari menunggu kabar kapan operasi akan dilakukan, saya dan suami merunut lagi birth plan yang telah saya tulis di minggu ke-34 kehamilan. Kalau diingat lagi, rasanya malam itu seperti malam-malam saat kami masih bekerja bersama di situasi bencana: membahas rencana A, B, dan seterusnya dengan sangat logis. Bedanya, saat itu air ketuban terus mengalir, alat cardio- tocography (CTG) terpasang di perut saya, dan gerakan Karuna terasa sangat aktif seperti ingin segera dilahirkan.      
"Ibu tenang banget, nggak takut bu?"
"Nggak, Suster, saya malah senang, sebentar lagi ketemu sama anak saya."

Iya, senang dan bahagia adalah rasa yang melingkupi hati saya saat itu. Rasanya tak sabar ingin segera bertemu Karuna. :) Selama hamil saya telah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk hari ini: hari bersua dengan mahluk mungil yang membuat saya jatuh cinta sejak pertama mengetahui ia ada. Saya menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya, dan belajar tentang gentle birth, teknik persalinan yang ramah jiwa dari buku-buku, video, artikel-artikel, dan dan kursus-kursus persiapan persalinan. Berbulan-bulan saya belajar mengelola nafas, relaksasi, afirmasi positif, posisi-posisi dan teknik-teknik untuk merasa nyaman selama persalinan, demi menyambut Karuna dengan sepenuh bahagia, kedamaian dan cinta. 

Meski persalinan alami menjadi tujuan dari kebanyakan orang yang belajar tentang gentle birth, kemungkinan melahirkan melalui operasi tetap saya pertimbangkan. 

Hamil di usia 39 tahun dengan dua kali riwayat keguguran dan empat penyakit autoimun membuat saya sangat berhati-hati. Kesadaran akan adanya kemungkinan komplikasi persalinan dan komplikasi kesehatan pada bayi yang terlahir dari ibu yang memiliki penyakit autoimun membuat saya paham bahwa apapun bisa terjadi. 

Saya pun telah menuliskan rencana detail operasi caesar dalam bagian Plan B di birth plan. Di dalamnya ada catatan rinci tentang apa kondisi yang membuat saya akan segera mengiyakan anjuran operasi, bagaimana saya ingin operasi tersebut berjalan agar tetap nyaman dan menyenangkan bagi saya dan Karuna. 

Di minggu ke-27 kehamilan kami sudah melakukan survey rumah sakit. Mengunjungi ruang bersalin, berbincang dengan perawat yang bertugas, melihat langsung ruang observasi, menanyakan kebijakan rumah sakit tentang inisiasi menyusui dini (IMD) dalam kondisi persalinan normal maupun caesar, dan membuat daftar alternatif rumah sakit yang akan dituju bila ada kedaruratan di saat, maupun setelah persalinan.    

Bersambung ke Bagian 2....

0 comments

Instagram